La Masia Jadi Tambang Emas Barcelona dengan Pemasukan Fantastis
Barcelona membuktikan bahwa La Masia tidak hanya melahirkan pemain berbakat, tetapi juga menjadi sumber pemasukan penting bagi klub. Sejak 2024, penjualan lulusan akademi ini telah menghasilkan lebih dari €50 juta, setara sekitar Rp850 miliar dengan kurs €1 sama dengan Rp17.000. Angka ini sangat berarti di tengah upaya Barcelona menjaga keseimbangan keuangan dan mematuhi regulasi finansial yang ketat.

Keberhasilan finansial dari akademi muncul di tengah dilema klub antara mempertahankan pemain berbakat atau melepas mereka demi stabilitas ekonomi. Staf pelatih, termasuk Hansi Flick, merasa kecewa karena harus melepas talenta-talent terbaik, tetapi keputusan ini menunjukkan pragmatisme manajemen Barcelona.
La Masia kini menjadi contoh ideal bagaimana akademi tidak hanya fokus pada pembinaan pemain, tetapi juga bisa dioptimalkan untuk mendukung strategi ekonomi klub. Talenta muda yang dilatih dengan baik menjadi aset yang bernilai tinggi baik di lapangan maupun di pasar transfer.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Dro Fernandez dan Transfer Bernilai Tinggi
Salah satu kasus paling menonjol adalah kepergian Dro Fernandez ke PSG. Pemain muda ini dilepas dengan harga €8,2 juta, atau sekitar Rp139,4 miliar, meskipun klausul pelepasannya hanya €6 juta. Keberhasilan negosiasi ini menunjukkan kemampuan Barcelona memaksimalkan potensi finansial dari pemain akademi.
Dro menjadi pemain termahal ketiga yang dilepas sejak 2024, setelah Chadi Riad ke Real Betis senilai €9 juta dan Mika Faye ke Stade Rennais €10,3 juta. Meskipun klub harus kehilangan bakat hebat, pemasukan dari transfer ini membantu memperkuat keuangan tim.
Kasus Dro juga menunjukkan realitas baru Barcelona tidak semua talenta terbaik bisa dipertahankan di tim utama karena kebutuhan ekonomi. Strategi ini menegaskan bahwa La Masia kini tidak hanya berfungsi untuk mencetak pemain, tetapi juga sebagai sumber dana strategis bagi klub.
Baca Juga: Dro Fernandez Guncang Barcelona dan Resmi Gabung PSG
La Masia Sebagai Sumber Dana Strategis

Selain Dro, Barcelona juga meraih keuntungan dari penjualan pemain muda lainnya, seperti Marc Guiu (€6 juta), Alex Valle (€6 juta), Unai Hernandez (€4,5 juta), Jan Virgili (€3,5 juta), dan Estanis Pedrola (€3 juta). Nama-nama ini menambah total pemasukan akademi, menjadikan La Masia sebagai salah satu fondasi ekonomi klub.
Transfer lain yang memberi kontribusi adalah Sergi Domínguez (€1,2 juta) dan Noah Darvich (€1 juta). Bahkan, klausul pembelian kembali Julian Araujo menambah €10 juta untuk kas klub. Semua ini menunjukkan bahwa setiap lulusan akademi dapat menjadi aset finansial yang signifikan.
Pendekatan ini membuat akademi Barcelona bukan sekadar simbol filosofi sepakbola, tetapi juga mesin penghasil dana yang mendukung strategi jangka panjang klub. Dengan model ini, Barcelona bisa menjaga keseimbangan antara kualitas tim dan keberlanjutan finansial.
Dampak Jangka Panjang untuk Klub
Pendapatan dari La Masia membantu Barcelona tetap kompetitif di pasar transfer dan memenuhi regulasi keuangan LaLiga. Dengan lebih dari Rp850 miliar dari penjualan pemain muda sejak 2024, klub memiliki ruang manuver untuk membangun skuad kuat tanpa menimbulkan beban finansial berlebihan.
Strategi ini juga memberi motivasi tambahan bagi pemain muda akademi. Mereka tahu bahwa kemampuan mereka tidak hanya penting untuk tim utama, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Hal ini mendorong dedikasi dan profesionalisme sejak usia dini.
Ke depan, La Masia akan terus menjadi jantung pengembangan pemain sekaligus fondasi finansial Barcelona. Kombinasi kualitas teknis dan nilai ekonomi membuat akademi ini menjadi aset tak ternilai yang mendukung kesuksesan klub di lapangan maupun di neraca keuangan. Ikuti terus perkembangan informasi menarik Liga Spanyol lainnya yang kami suguhkan dengan akurasi dan detail penjelasan lengkap di ligaspanyol.id.
